Meski membenci situasi ini, namun aku tetap menantikannya. Bak awan merindu hujan yang menjadikannya tiada, dan ini memang menjadikan kita tiada. Ya, dan aku akan mengalir lagi, menari bebas bak hujan. Bukan, bukan kau mencengkeramku pada fase awan tadi. Aku memang menginginkannya, yah setiap air pasti menginginkan untuk menjadi awan, supaya ia tahu ada apa di langit sana. Terutama menit-menit kala evaporasi mengangkat kita kesana dan keinginanmu juga begitu, dulu.
Aku memberimu pilihan, kau mengambilnya tanpa batas waktu. Pagi tadi, kau dengan sopan mengembalikan kartuku, mengambil kartu yang lain. Kartu yang kita mainkan dulu, semasa masih sama menjadi air. Ah tidak, semasa itu kau masih menjadi awan bimbang sedang aku menikmati menggenang di kerak bumi.
Waktu, ya waktu. Bukan ideal atau sebuah konsep akan ikatan. Bagian terpenting adalah kita sudah merasakannya, bersama mengapung, menggumpal melaju lambat di garis angkasa. Bukan masalah singkatnya waktu. Hidup masih panjang, sepanjang trek vertikal menuju bumi.
Bumi, aku kembali.
Yogyakarta, 29 Maret 2011
OST Berlayar(full album)- SO7