Sadarkah kau Luna Kelam_
Apa yang t’lah kau sengatkan_
Pada jiwa bintang malam_
Kini mereka takkan mampu bersyair sebelum melihat kau bercahaya_
Dengar ini Luna Kelam_
Jiwaku di genggamanmu_
Bawa saja pergi kemana kau suka_
Ku tak lagi membutuhkannya jika kau tak lagi ada di sini_
Sejak engkau menyapaku hatimu menjadi incaranku_
Hanya engkau yang memiliki tatapan yang meluluhkan dunia_
[...] Langit terbatuk pelan_ Cukup pelan hingga mampu membangunkan lamunanku_ Tersadar bahwa mataku hanya berjarak 60 centimeter dari layar kristal berpendar yang semakin lama semakin menggerus jarak pandangku dan pencitraanku tentang malam_ Kini pandanganku terantuk pada white board di dinding sebelah utara kamarku_ Terpampang “tomorrow, eyes check up”_ Dan besok, aku tak akan peduli, walau langit mengeluarkan dahaknya atau angin menari-nari tanpa toleransi sekalipun tak ada kata nanti untuk memeriksakan mataku ini, sudah tertunda seminggu janji pertemuanku dengan dokter mata GMC dan kali ini harus berhasil_ Mataku kian memburuk, hal yang kubanggakan mulai pupus_ Kembali melamun, seraya melantunkan Luna Kelam_ [...]